SalatJumat memiliki banyak keutamaan, sehingga umat Islam diminta untuk memperbanyak amalan-amalan di hari Jumat. Beberapa amalan-amalan sunah di hari Jumat antara lain perbanyak zikir, doa dan mandi. Bahkan diajarkan juga untuk menggunakan pakaian terbaik serta wangi-wangian hingga menyegerakan berangkat ke masjid. Naskahkhutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak untuk mengisi hari Asyura dengan dengan anjuran-anjuran Nabi Muhammad saw. Dengan ini diharapkan kita semua dapat memaksimalkan hari Asyura dengan memperbanyak ibadah. Khutbah Jumat: 11 Keutamaan Hari Arafah. Khutbah; Khutbah Arafah: Haji Akbar dan Moderasi Beragama dari Tanah yang Setidaknya ada lima keutamaan puasa di bulan Muharram. Pertama, menjadi puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah Fast Money. Dzikir Dan Syukur – Teks Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesiaالحمدُ للهِ الْمَلِكِ الْعَزِيْزِ الْعَلَّامِ ، الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ السَّلامِ ، غافِرِ الذَّنْبِ وقابِلِ التَّوْبِ من جَمِيعِ الآثَمِ ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى ما اتَّصَفَ بِهِ مِنْ صِفَاتِ الْجَلَالِ وَاْلِاكْرَامِ ، وأَشْكُرُهُ على ما أسْدَاهُ مِنْ جَزِيْلِ الْفَضْلِ والْإِنْعَامِ ، وأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلهَ الَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَرْجُوا بِهَا الْفَوْزَ بِدَارِ السَّلاَمِ ، وأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ و رَسُوْلُهُ الَّذِىْ أَطْهَرَ اللهُ بِهِ الْاِيْمَانَ وَاْلِاسْلاَمِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابه الْبَرَارَةِ الْكِرَامِ ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً ، اما أَيُّهاَ الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ الله اُوْصِيْكُمْ وَ اِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، فَاتَّقُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ وَأَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ muslimin sidang Jum’ah RahimakumullahPada kesempatan yang baik ini, marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, karena tidak ada bekal yang paling baik kita bawa ke hadapan Allah SWT, kecuali takwa kita muslimin sidang Jum’ah rahimakumullahMari kita memperhatikan ayat 152 dari surat Al-Baqarah yang berbunyi فَاذْكُرُوْنِي اَذْكُرْكُمْ وَاشْـكُرُوْا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنَIngatlah kepadaku aku akan ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku dan janganlah sekali-kali engkau mengkufuri ayat tersebut di atas, kita diperintahkan Allah untuk selalu ingat kepada-Nya karena Dia-lah Pencipta segala makhluk, Pencipta segalanya, yang ada di alam semesta. Dia mampu menghidupkan yang mati. Dia Maha Kuasa dari segala-galanya. Dia tidak pernah rusak. Dia tidak pernah mati هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ tidak ada sekutu الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُPerintah dzikir dalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan al-ahzab 41-42 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. QS. al-ahzab 41-42فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. al-Jumuat 10Adapun lafadz dzikir adalah لاَاِلَهَ اِلاَّ الله ُ tidak ada Tuhan selain Allah. Tetapi jalan menuju dzikir sangat banyak sekali diantaranya ;Dengan melihat ciptaan Allah, tidak terlihat apa yang diciptakan tetapi melihat dan berangan-angan siapa yang menciptakan. Kalau kita sudah berdzikir seperti itu, maka kita akan termasuk orang yang أُوْلُو اْلأَلْبَابِ. Siapakah orang yang ulul albab itu disebutkan dalam surat Ali Imron ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. ali Imron 191Melakukan shalat, sebagaimana firman Allah اَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ “Dirikanlah sholat untuk berdzikir kepadaku“. Akan tetap sholat yang khusyu’ dalam artian orangnya sholat tetapi hatinya juga sholat. Selama ini banyak sekali orang yang sholat tetapi hatinya tidak sholat. Oleh karena itu sholat dikategorikan menjadi tiga tingkatan سَاهُوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat tapi dalam keadaan sembrono, baik waktunya, pakaiannya, maupun cara melakukannya. Dia meskipun melakukan sholat tetapi masih diancam neraka wail, فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ اَلَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَخَاشِـعُوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat dalam keadaan khusyu’دَاِئمُـوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat tepat pada waktunya,Dua kriteria sholat inilah yang dinamakan sholat dihukumi berdzikirمَعَاشِـرَ الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُOrang yang ahli dzikir dan bukan ahli dzikir itu sangat berbeda sekali, kalau ahli dzikir yang dicintai adalah khalik Pencipta, tetapi sebaliknya, orang yang tidak pernah dzikir yang dicintai adalah makhluk. makhluk pasti ada masanya, ada gradasinya, suatu saat akan hancur binasa, ada masa kaya, ada masa jaya, ada masa kuat, suatu saat akan akan lemah, makhluk membutuhkan bantuan orang lain ketika beraktivitas, makhluk membutuhkan mesin dalam berkarya. Tetapi Allah tidak pernah membutuhkan bantuan mesin maupun orang lain dalam menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini kita sering sekali lupa terhadap Allah. Hal itu dikarenakan kita terlalu sibuk mengurusi masalah duniawi sehingga kita lupa akhirat. Jabatan, harta, wanita, kekayaan membuat kita terlena, apakah kita tidak boleh cinta terhadap jabatan, harta maupun kekayaan? Hal itu boleh saja, akan tetapi jangan sampai cinta jabatan, harta, kakayaan mengalahkan cinta kita terhadap Allah adalah makhluk. Manusia hanya dapat menciptakan al-furu’ tetapi tidak dapat menciptakan al-ashl. al-furu’ diumpamakan serban, al-ashl diumpamakan kapas, manusia mampu memnciptakan mobil tetapi tidak mampu menciptakan tambang besi. semuanya suatu saat akan meninggalkan kita. Apakah harta lebih dulu meninggalkan kita ataukah kita yang lebih dulu kita mau berfikir dan berdzikir, kita termasuk orang yang Ulul الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُDalam kelanjutan ayat tersebut وَاشْـكُرُوْا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنَ bersyukurlah kepadaku dan janganlah sekali-kali engkau kufur itu adalah memuji Allah. Dalam kitab yang pernah saya baca, syukur dibagi tiga اَلشُّكْرُ بِالِّلسَانِ syukur dengan menggunakan lisan, dengan cara melafadzkan اَلْحَمْدُ ِلله ِاَلشُّكْرُ باِلْجَنـَانِ syukur dengan hati, dengan cara nerima segala pemberian Allah dalam istilah jawa nerima ing pandumاَلشُّكْرُ بِاْلأَرْكَانِ, syukur dengan melalui perbuatan, semua perintah Allah kita laksanakan dan selalu menjauhi segala ini Indonesia mengalami banyak musibah merebaknya Virus Corona-19 yang hampir merata di seluruh Indonesia. Itu semua bukanlah sebuah ujian, tetapi sebuah peringatan. Karena kalau ujian اِذَا اَحَبَّ الله ُعَبْدًا اِِبْتـَلَي, tatkala Allah mencintai hambanya, maka akan memberikan ujian, kemudian Allah akan mengangkat derajatnya. Mungkin itu dikarenakan kita sering lupa terhadap Allah dan kurang pinter syukur atas nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan kepada karena itu kita yang hadir di majelis ini marilah kita selalu berdzikir kepada Allah dan janganlah sampai lupa untuk mensyukuri atas nikmat-nikmatnya. Karena apabila kita menghitung semua nikmat yang telah diberikan kepada kita, kita tidak akan mampuuntuk meghitungnya. وَاِنْ تَـعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَتُحْصُوْهَامَعَاشِـرَ الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُDemikian khutbah singkat yang dapat saya sampaikan. Dengan satu harapan mudah-mudahan kita tergolong orang-orang yang ahli dzikir dan ahli dalam mensyukuri nkmatnya dan kita diberikan keselamatan dunia dan Basith MWC NU Jombang 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID jwRb0MxgQaFDyZDQeotjLsyMmcCvgPvEzAR_IprN88GxdIp7AURUNg== Materi khutbah singkat terbaru tentang keutamaan hari Jum’at. Khutbah ini sebagai acuan atau contoh bagi para Khotib yang akan mengisi khutbah. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia dan mudah ini sesuai dengan pemahaman dan referensi Nahdlatul Ulama NU. KHUTBAH PERTAMA الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Hari Jumat tergolong unik dalam Islam. Dari segi penamaan, pilihan nama “Jumat “berbeda dari nama-nama hari lainnya. Kata “Jumat” Qamus Al-Lughah Al-Arabiyah Al-Ma’ashir dapat dibaca dalam tiga bentuk Jumu’ah, Jum’ah, dan Juma’ah, yang berarti berkumpul. Sementara hari-hari lain memiliki makna yang mirip dengan urutan angka hari dalam sepekan Ahad hari pertama, Isnain hari kedua, tsulatsa hari ketiga, arbi’a hari keempat dan khamis hari kelima, serta sabt yang berakar kata dari sab’ah hari ketujuh. Pada masa Arab Jahiliyah, nama-nama hari terdiri dari Syiyar Sabtu, Awwal Ahad, Ahwan Senin, Jubar Selasa, Dubar Rabu, Mu’nis Kamis, dan Arubah Jumat. Nama-nama tersebut kemudian diubah dengan datangnya Islam. Rasulullah tidak hanya melakukan revolusi moral tapi juga revolusi bahasa. Kata-kata dianggap kurang tepat dimaknai ulang sehingga sesuai dengan nilai-nilai Islam. Di kalangan masyarakat Arab Jahiliyah, Arubah merupakan momentum untuk menampilkan kemewahan, kebanggaan, berhias, dan semacamnya. Dalam Islam Arubah berubah menjadi Jumuah yang mengandung arti berkumpul. Tentu saja lebih dari sekadar berkumpul, karena dalam syari’at, Jumat mendapatkan julukan sayyidul ayyâm atau rajanya hari. Dengan kata lain, Jumat menduduki posisi paling utama di antara hari-hari lainnya dalam sepekan. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin Ubadah sebuah hadits سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ “Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat.” Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Di antara kita kadang lupa, tak merasakan, keutamaan hari Jumat karena kita anggap itu sebagai rutinitas sehari-hari. Kesibukan yang melingkupi kita tiap hari sering membuat kita lengah sehingga menyamakan hari Jumat tak ubahnya hari-hari biasa lainnya. Padahal, di tiap tahun ada bulan-bulan utama, di tiap bulan ada hari-hari utama, dan di tiap hari ada waktu-waktu utama. Masing-masing keutamaan memiliki kekhususan sehingga menjadi momentum yang sangat baik untuk merenungi diri, berdoa, bermunajat, berdzikir, dan meningkatkan ibadah kepada Allah ﷻ. Keistimewaan hari Jumat bisa dilihat dari disunnahkannya mandi Jumat. Dalam Al-Hawi Kabir karya al-Mawardi, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa shalat Jumat dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur, mandi Jumat boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Mandi adalah simbol kebersihan dan kesucian diri. Setelah mandi, seseorang dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik, terutama warna putih, sebelum berangkat menuju shalat Jumat. Dalam hal ini, umat Islam diperingatkan untuk menyambut hari istimewa itu dengan kesiapan dan penampilan yang juga istimewa. Dalam Bidâyatul Hidâyah, Imam Abu Hamid al-Ghazali menyebut hari Jumat sebagai hari raya kaum mukmin îdul mu’minîn. Imam al-Ghazali bahkan menyarankan agar umat Islam mempersiapkan diri menyambut hari Jumat sejak hari Kamis, dimulai dengan mencuci baju, lalu memperbanyak membaca tasbih dan istighfar pada Kamis petang karena saat-saat tersebut sudah memasuki waktu keutamaan hari Jumat. Selanjutnya, kata Imam al-Ghazali, berniatlah puasa hari Jumat sebagai rangkaian dari puasa tiga hari berturut-turut Kamis-Jumat-Sabtu, sebab ada larangan puasa khusus hari Jumat saja Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Hari Jumat juga menjadi semacam konferensi mingguan bagi umat Islam, karena di hari Jumatlah ada shalat berjamaah dan khutbah Jumat. Setiap umat Islam laki-laki yang tak memiliki uzur syar’I wajib ain melaksanakannya. Artinya, lebih dari sebatas berkumpul, Jumat adalah momen konsolidasi persatuan umat sekaligus memupuk ketakwaan melalui nasihat-nasihat positif dari sang khatib. Tentu keutamaan ini bersamaan dengan asumsi bahwa jamaah melaksanakan shalat Jumat dengan kesungguhan penuh, menyimak khutbah secara baik, bukan cuma rutinitas sekali sepekan untuk sekadar menggugurkan kewajiban. Amalan-amalan utama hari Jumat juga bertebaran. Di antaranya adalah memperbanyak baca shalawat, memperbanyak doa, bersedekah; membaca Surat al-Kahfi, Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, dan Surat an-Nas, serta ibadah-ibadah lainnya. Masing-masing amalan memiliki fadhilah yang luar biasa. Imam as-Suyuthi dalam kitabnya, Amal Yaum wa Lailah, mengatakan “Nabi ﷺ membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas usai shalat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak shalawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah shalat Jumat di rumahnya, tidak di masjid. Setelah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah bertakziah, atau menghadiri akad nikah.” Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Dengan demikian, umat Islam seolah diajak untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari khusus untuk memperbanyak ibadah. Tidak jarang, Jumat dijadikan oleh para ulama untuk mengistirahatkan diri sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan duniawi, untuk mengkhususkan diri beramal saleh di hari Jumat. Sebagaimana dilakukan Rasulullah, hari Jumat bukan semata untuk meningkatkan ritual ibadah kepada Allah tapi juga berbuat baik kepada sesama, seperti bersilaturahim, berempati kepada orang yang kena musibah, dan lain-lain. Karena itu pula dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Qadla’i dan ibnu Asakir dari Ibnu Abbas disebutkan اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ “Jumat adalah hajinya orang-orang fakir.” Hadirin Sidang Jum’ah Rahimakumullah Halaman 1 2

khutbah jumat keutamaan dzikir